Rabu, Oktober 26, 2005

SELAMAT DATANG AIR MATA

Siapa mengubur kenangan di batas malam
Rindu menetes tanpa alur dalam gamang harapan tersia
Dimana telah kau buang cerita itu
Selamat datang luka hati apakah ini luka cinta?

Mestinya tak ada yang menyerah ketika matahari merah di ujung cemara
Tapi wajah kekasih hanya sayap lumpuh yang mati dalam sunyi air mata

Bungaku jiwa yang lumpuh dalam pasungan dilema
Membusuk disisa rindu tanpa selembar puisi sebagai tanda
Selamat datang air mata