Rabu, Oktober 26, 2005

MERINDU

kenangan itu lekat di hayalku
mengusik hati yang mulai sayu
lunglai termakan sang waktua
ku ingin berlari bersama angin
menggapai setetes embundi tengah sahara
tetapi tubuhku kaku, beku
sekeras bongkahan salju
tersenyum dibalik kesedihan
tertawa bersama hati yang luka
menangis...
hati bergetar diiringi kepahitan
gundah..
gulana..
melangkah dengan ketidakpastian
atas sikapmu yang membisu seribu bahasa
berpangku pada kejamnya bentang
mengukir kerinduan tercela
aku terpuruk
menanti senyummu,suryaku
menyapu gelapnya dinding hatiku