Senin, Juni 20, 2005

Dear wanita terindahku

Aku lelah . . . . . .
aku lelah dan selalu kelelahan , Kasih . . .
Merindukanmu , telah membuat energi
dalam jiwaku terkuras
Aku sungguh lelah menghadapi
hidup ini seorang diri
Kesendirian yang membuang seluruh
kebanggaan yang kumiliki.
Aku sungguh tak tahu,
apakah di ujung jalan penderitaan yang kualami saat ini,
ada seberkas sinar terang yang bakal membuat hidupku bahagia
walau hanya sekejap.
Ahh . . . . kekasihku
semoga kau masih sempat mengingatku
semoga , dalam berbahagianya engkau
menjalani hari - harimu ,
Tuhan masih bermurah hati kepadaku
sehingga masih menyisahkan saat - saat sepi,
di mana kau bisa mengingat masa lalumu . . . . .
Agar derita ini tidak ' kan pernah
membunuhku . . . . . . .
Aku begitu takut untuk jatuh cinta lagi . . . . .
di setiap wanita yang kulihat
tak mampu pernah kutemukan
pesona yang kau miliki
Pesona yang membuat hatiku bergetar
Aku sungguh takut
cinta menjauh dariku
membuatku pupus tinggal tulang
jadi maki dan caci sahabatku