Rabu, Oktober 26, 2005

KEKASIH SEMUKU

Kata menjembatani rasa
Terabaikan separuh nalar dan berharap indah
Namun....
Entah karena apa aku mencintai itu

Ketika siang mulai payah
dewi malam molek dengan gaun berajut bintang
Hayal meronta menikmati keagungan semu
Saat yang sama
mungkin kau lelap dalam tidurmu tanpa mengingatku

Malam tak berhenti beranjak
Tak bisa kuhitung yang ku mau
Yang kumau menyibak kebenaran hatimu
Yang kumau tahu makna katamu
Yang kumau jujurmu akan arah yang kau tuju
Yang kumau menatap lekat dua matamu
Yang kumau nikmati senyummu bukan ucapmu
Yang kumau sekedar genggam jemarimu
Yang kumau tak harus kupilah perasaanku antara nyata dan semu

Aku coba palsukan rasaku
Abaikan gemuruh dalam benak
Namun....
Galau mengganggu
Resah menyelubung
Kalut menyulut
Akhirnya bayangmu membungkamku

Sedetik pertama mungkin aku bahagia
Larut akan kata yang kutahu maya
Dan lagi yang tak kumengerti
Kenapa aku menikmatinya?

Kekasih semuku...
Tolong untai kata-kata sederhana
Hingga aku tak perlu lambungkan hayal
Hingga aku tak berharap cinta
Hingga aku mampu hengakangkan hati atasmu

Mungkin aku takut sakit
Mungkin aku benci terluka
Beri tahu aku,
Dimana harus kutempatkan hatiku seharusnya?

Kekasih semuku
Maafkan aku
Bila akhirnya ada cinta
Bila ternyata separuh hatiku tak mampu beranjak
Tolong mengerti,
Karena aku telah coba memilahnya

Malam makin larut
Dingin merasuk
Membekukan rasaku
Namun aku makin mengingatmu
Kurapatkan mata dan ku ucap
"Kekasih semuku...
Kan ku sua kau dalam mimpiku malam ini
Izinkan aku meminta sedikit darimu
Biarkan kusentuh jantung milikmu
Dan jawab aku!
Apakah separuh gemuruhnya karena aku??
Kekasih semuku...
Esok pasti menunggu
Kisah kita akan berlanjut
Mungkin kita akan tuai kecewa
Namun....
Percayalah!
Aku akan tetap menunggu
Kekasih semuku...
Selamat tidur