Rabu, Oktober 26, 2005

JIWA DALAM PASUNGAN

Sebuah jiwa terpasung dalam kesendirin panjang
Diantara tembok-tembok kematian dengan tawa penuh sindir
Hanya terpaku berharap keajaiban
Tanpa sepatah kata sanggup terlontar

Sebuah jiwa terpasung yang lelah
Dengan segala kepasrahan meniti hari
Tak adakah sedikit kesempatan melintas
Tuk nikmati dunia yang terpampang dihadapnya

Sebuah jiwa yang terpasung
Menggerutu dalam hati
Kapankah ajal kan menjemput
Agar jiwanya terbebas dari pasungan