Rabu, Oktober 26, 2005

PUTRI HUJANKU

Di situkah kau, wahai putri hujanku?
Hembuskanlah rona kasihmu yang tulus
Tolonglah aku, tenangkan diriku
Jangan berpaling melihat kerapuhan ini
Jinakan hati liarku yang tehempas
di cakrawala tak terbatas...
kamu sangat mengahangatkan dingin ku
menemani ku menggantikan malam mencekan
di setiap mimpi burukku ...
yang menjadikan sebuah perisai dari kejujuran

ingatkan ku atas sucinya sebuah hubungan
dan tipisnya batas benci dan kasih sayang
mahligai yg tercipta diantara kita
seperti rapuh namun sungguh itu arti dari pertanggung jawaban

aku hanya minta waktu sejenak
menyingkir dari pahitnya dunia nyata
untuk menunggu mu dialam keabadian
dengan menggenggam banyak harapan