Minggu, Desember 10, 2006

RESAH

Ku tak sanggup rasakan resah ini,
lalui malam sepi sendiri,
menatap kosong langit menanti....

Mata ini terus terjaga
mencari tempat membagi hati.
kubersandar pada harapan
tapi kaki ini berat melangkah.

Kuingin kau mengerti,
ada saat resah ini mesti terbagi,
saat sebelah hatimu, jadi satu
dengan kosongnya jiwaku.

Aku terus melaju,
Dan kaki sudah terlanjur melangkah.
Meski laku ini salah,
tak ada yang bisa merubah.
yang ada hanya musnah
Tawamu, tawaku, lima jam berlalu,
tapi hangatnya masih tersisa dalam segelas kenangan.
Gelas yang sudah pecah jadi kepingan waktu.

Senyum yang terkulum di mulutku,
menyembunyikan segumpal tawa dari bibirmu.
Bibir yang sudah jadi beling
dari kristal terbanting

Ah, betapa manisnya waktu yang terkelupas.
Dan betapa bulir-bulir cinta di tanganmu
membasahi keringnya hidup.

Sampai kapan ku harus merangkai
kepingan hatimu?
Sementara jam dinding semakin retak.

Ah, sebegitu bodohkah aku,
memecahkan gelas waktu.

KAU

melesat
bak panah yang terlepas
bergerak mengiringi kilat
aku terpana
dengan pahatan luka
tertatih sendirian
berhenti sejenak
menatap dengan iba
lalu menyeret rasa
membetot urat saraf
merakit dalam logika yang tak ramah
apalagi terjamah
aku 'menyerah'
sekali hentakan bentangkan jarak
biar berbeda tapak
selama jiwa masih satu jalan
sampai nanti berbagi senyum di dataran keabadian

ENGKAU

Kutatap kau dalam beribu arti
Namun aku sadar kau tak mungkin kuraih
Engkau telah begitu tinggi terbang
Bersama sang bayu yang membelai kepak sayap indahmu
Biarpun kini engkau terbang diatas bunga asmaraku
Seolah ingin hinggap dikelopak cintanya
Tapi kutahu engkau akan kembali pada sang bayu
Tinggalkan aku dalam kenangan yang mungkin takkan mati
Tingalkan aku sendiri
Menyesak dan kemudian layu

ENGKAU KEKASIH *****KU

Engkau datang diujung kemarau hatiku
Membawa setitik embun penyejuk jiwa
Walau itu hanya setetes aku sungguh bahagia
Karena engkau telah masuk dihatiku

Kini saat hijau hatiku semakin segar
Dengan siraman hatimu yang begitu bermakna
Aku harus terima pada sebuah kenyataan
Bahwa engkau bukanlah milikku

Terima kasih kawanku
Terima kasih sahabat
Terima kasih kekasih g****ku
Engkau telah sejukkan hatiku
Walau sementara
Namun aku bahagia

SISA SENANDUNG MALAM

Malam belum berujung
Kala harus ketemu dia
Berdua menyusuri malam panjang
Yang terasa sedemikian singkat
Dalam dingin udara malam
Bercanda dan bercerita
Tentang hidup dan kehidupan
Yang entah mengapa selalu membingungkan
Malam ini kutersipu
Dalam kebingungan akan diriku
Yang tak pernah bisa memilih
Antara ya dan tidak
Aku ingin pergi
Namun ku tak mampu
Kuingin teruskan perjalanan ini
Namun...................
Sanggupkah nanti???
Nyamuk nyamuk kecil beterbangan
Bercengkerama diantara kaki kaki
Membuat rasa jadi tak nyaman
Yang kemudian hilang dengan dia disampingku
Udara makin dingin
Dalam kemesraan pelukanmu gadis
Aku luruh dalam cerita ceritamu
Yang semakin lama membuatku makin merasa
Bahwa engkaulah yang kucari
Duhai gadisku
Jangan pergi dariku
Duhai gadisku
Mungkinkah kutinggalkan kamu
Duhai gadisku
Aku tak tahu....
Entah harus pergi
Ataukah masih disisi pelukmu
Karena kutahu
Ku smakin mengagumimu

Sabtu, Desember 09, 2006

BIARKAN KUMEMILIH

Hari ini biarkan kumemilih
Mana yang terbaik
Yang akan kujalani
Agar tak lagi ada yg tersakiti
Ataukah terzalimi

Biarkan kusendiri
Dan mengenang hari yang telah terlewati
Biar yang indah itu tetap indah
Walau kelamnya hati
Tak lagi bisa kuingkari

Biarkan kuputuskan
Bahwa kita tak mungkin bersama
Bahwa kita punya jalan sendiri
Walau kutahu mungkin kutakkan sanggup
menjalani semuanya

@#^&$#$%$#@^&

Tuhan……
Kutemukan dia yg kucari
Namun mengapa
Dia hadir bagai mimpi
Yang sekilas datang
Mengisi hati yang selama ini kosong
Kemudian harus Engkau ambil kembali

Tuhan……
Kembali Engkau berikan kasih-MU
Dengan KAU hadirkan cinta yang kemudian terenggut kembali
Agar begitu kuat jiwa ini

Tuhan…..
Aku akui jika hamba ini demikian lemah
Yang tak pernah kuasa melawan kodrat-MU
Yang takkan pernah tahu mana yg terbaik untukku
Karena aku tahu
Engkau demikian sayang padaku

Tuhan…..
Kembali berikanlah ketabahan
Untuk menjalani hari yang tersisa
Dan kuatkan jiwa ini
Karena ku takkan kuat
Tanpa seijin_MU

ENGKAU BUKAN MILIKKU

Gadisku…
Hadirmu membuka hari baru dihidupku
Mewarnai setiap detik hidupku
Walau kutahu
Engkau bukan milikku
Walau kutahu
Aku bukan milikmu

Gadisku…
Ceriaku bersamamu
Entah sampai kapan
Hal itu akan bertahan
Aku tak tahu

Gadisku…
Hari ini kusadari
Bahwa engkau akan pergi
Walau bukan sekarang
Namun itu kan pasti

Gadisku…
Ingin sekarang aku pergi
Biar hati yang pernah terkoyak
Kini terasa tersakiti kembali
Tapi ini yang terbaik
Daripada tersakiti nanti

Gadisku
Harap dan do’aku menyertaimu
Ikut dalam langkahmu
Semoga engkau bahagia

Jumat, Desember 08, 2006

Do'a Jum'at Kelabu

Yaaa Robbi…
Ampunilah dosa hamba
Hari ini hamba terlena dalam Lumpur dosa-MU
Tenggelam dalam kemaksiatan yang Engkau laknat
Terhanyut kembali seperti hamba yang dulu
Hamba yang selalu mendahulukan keinginan keinginan duniawi
Kembali tenggelam pada kenikmatan kenikmatan duniawi

Ya Robbi……
Hari ini begitu besar dosa hamba
Hamba memohon ampunan-MU
Ampunan yang selalu Engkau berikan dengan kasih-MU
Ampunan yang diberikan kepada umat-MU yang bertobat

Ya Robbi……
Tunjukkan jalan yang terbaik untuk hamba ini
Kembalikan sinar terang yang kini meredup kembali
Ataukah …..
Engkau kembalikan hamba
Kembali kepangkuan-MU

Jum,at 8 Desember 2006