KAU
melesat
bak panah yang terlepas
bergerak mengiringi kilat
aku terpana
dengan pahatan luka
tertatih sendirian
berhenti sejenak
menatap dengan iba
lalu menyeret rasa
membetot urat saraf
merakit dalam logika yang tak ramah
apalagi terjamah
aku 'menyerah'
sekali hentakan bentangkan jarak
biar berbeda tapak
selama jiwa masih satu jalan
sampai nanti berbagi senyum di dataran keabadian
bak panah yang terlepas
bergerak mengiringi kilat
aku terpana
dengan pahatan luka
tertatih sendirian
berhenti sejenak
menatap dengan iba
lalu menyeret rasa
membetot urat saraf
merakit dalam logika yang tak ramah
apalagi terjamah
aku 'menyerah'
sekali hentakan bentangkan jarak
biar berbeda tapak
selama jiwa masih satu jalan
sampai nanti berbagi senyum di dataran keabadian

0 Comments:
Posting Komentar
<< Home