Selasa, April 10, 2007

KU MERINDUKANMU

Ada waktu untuk menjelaskan
Betapa bahagianya bila bersamamu
Ada yang melihatku menangis
Walau bahagia namun ada duka
Karena merindukanmu malam ini

Tengah malam aku bermimpi
Di wajahmu bersinar karena cahaya cinta
Dan di hatimu ada sesuatu, tersimpan kekayaan cinta
Ku merindukanmu malam ini..

Aku ingin menumpas derita
Yang slama ini menghantui
Aku ingin wujudkan mimpiku
Hanya denganmu aku rindu

Ku pikir kepergianmu
Betapa ku ingin menangis
Lihat, di wajahku
Basah karena air mata
Ku merindukanmu malam ini.

SAAT SEMUA BARU MULAI

Saat aku mulai mengerti tentang hidup
aku butuh tumpahan rasa yg sudi menemaniku
saat mata memandang sampai lelah dan terpejam
kau slalu ada , dan kita akan berbagi cerita yg kita punya
Saat ku senang ...........
aku akan tertawa bersamamu karena aku ingin membaginya
dan saat ku sedih....... ....
kau akan menghiburku dengan canda tawamu yg riang
Awal perkenalan kita yg tanpa sengaja
tlah merekatkan hati kita akan persahabatan yg tulus
bahagia bila kau senang , menangis bila kau berduka
dan kita akan tertawa bersama dalam canda yg kita punya
Tak kan pernah ada kata putus
selagi langkah masih terkayuh
meski masa akan terhapus.....

Aku bersyukur kepada Tuhan yg telah mempertemukan kita. Dimana kita saling memahami dari segi manapun dari titik manapun. Kita akan memulai dan menyimpulkan.
Seakan-akan hati perasaan naluri jiwa akal dan pikiran kita tertuang dalam satu warna. Kali pertama
Kulihat dalam embun pagi
Terpancar raut wajah lugumu
Nian indah untuk dipandang
Terbesit dalam dunia khayalan
Terkuak dalam sejuta warna kasihmu nan abadi

Wahai kekasihku
Segala hati yg terdampar dalam pulau keagungan
Adakah waktu mendewasakan kita
Akankah matahari masih selalu menyinari hati kita
Disaat saat bersamamu
Hati ini terasa sejuk
Sulit dibayangkan
andai saja angin malam akan membawaku terbang
Melewati cakrawala cinta melewati garis katulistiwa
Sukma ini melayang menembus luasnya padang rumput
Hari-hari aku isi hanya untuk melamunkan mu
Bahkan mimpi pun aku tak mau jauh dari mu
Namamu pun telah aku pahat dlm dinding hati tak terhapus oleh hembusan angin malam

Disisi lain
Aku takut bila engkau ternyata bukan milikku
Seandainya itu terjadi
Bagai gunung berapi memuntahkan lahar panasnya
Musnah sirna dan pupus harapan yg kugantungkan dilangit-langit
Madu yang akan kuberikan telah tumpah
Cermin yg kuhias telah pecah berkeping-keping
DanTak mungkin aku satukan kembali
Semoga racun yg ada
Menjelma menjadi madu yang membawa kebahagian yang hakiki

KEMATIAN SATU HATI

Ada yang terbang dari jiwa ini
Kukejar tapi tak tergapai tangan
Kuberlari tapi ku semakin jauh

Langkah ini kembali kuseret
Kupaksa untuk bertahan walau aku semakin terluka
Ada harap dlam setiap langkah yang kubawa
Ternyata langkah ini terhenti ketepian jurang

Ada bentuk tak tampak mendorongku
Memaksaku terjatuh
Ragaku hancur
Seperti jiwaku juga

Hari ini telah mati satu hati
Mati karena terlalu banyak luka yang merobek robek
Akan dimakamkan kemanakah hati ini
Akan tenangkah hati ini setelah kematian yang menyakitkan

Jiwaku melayang layang penasaran
Mencari tempat berlindung dalam luka yang selalu kubawa
Kemanakah kau akan pergi
Dimanakah engkau akan berhenti
Kutunggu engkau sampai matiku